“Tips Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar Bisa Berkembang dengan Akuntansi”
uny.ac.id
“Tips Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar Bisa Berkembang dengan Akuntansi”
Oleh : Putri Raihana Nur Aulia (17812141013)
Fakultas/Prodi/Kelas : Fakultas Ekonomi/S1 Akuntansi/A14
Universitas Negeri Yogyakarta
Sudah menjadi anggapan umum bahwa kegiatan akuntansi adalah kegiatan pembukuan. Masyarakat awam sudah banyak yang beranggapan seperti itu karena kegiatan akuntansi adalah kegiatan mencatat hal-hal yang mempengaruhi keuangan di suatu perusahan. Tetapi sejatinya, akuntansi dan pembukuan memang lah bukan sesuatu hal yang berbeda. Akuntansi dan pembukuan merupakan suatu kesatuan. Bedanya, jika pembukuan adalah kegiatan melakukan pencatatan semua kegiatan yang telah dilakukan, seperti menulis diary atas apa yang sudah dilakukan pada seharian penuh. Jika dipandang dari sudut ekonomi, pembukuan berarti menulis atau mencatat semua kegiatan yang dapat dinilai dengan uang. Biasanya, melalui proses pembukuan, dipilih dan dipilah mana kegiatan yang memiliki kategori dapat dinilai dengan uang dan mana kegiatan yang tidak dapat dinilai dengan uang. Kegiatan yang sesuai kategori kemudian dicatat melalui proses pembukuan. Contoh dari proses pembukuan adalah mencatat investasi suatu perusahaan, mencatat pemasukan maupun pengeluaran suatu perusahaan, dan lain-lain.
Sedangkan akuntansi sendiri adalah kegiatan mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan. Dalam proses mengidentifikasi, akuntansi memilih setiap kegiatan-kegiatan perusahaan yang dapat dinilai dengan uang kemudian menentukan akun apa saja yang akan dipengaruhi oleh transaksi tersebut. Dalam kegiatan pencatatan, semua kegiatan yang sudah diidentifikasikan tadi dicatat dalam persamaan dasar akuntansi hingga ke laporan keuangan. Kegiatan akuntansi yang terakhir adalah mengkomunikasikan hasil laporan keuangan perusahaan ke pihak eksternal (pemerintah, kreditur, investor) maupun pihak internal (manajer dan karyawan).
Oleh karena itu, kegiatan pembukuan tidak bisa di katakan dengan akuntansi, begitu juga kegiatan akuntansi tidak bisa dikatakan kegiatan pembukuan saja. Kegiatan pembukuan adalah salah satu kegiatan kegiatan akuntansi yaitu mengidentfikasi, sedangkan kegiatan akuntansi bukan hanya pembukuan saja tetapi ada identifikasi, pencatatan, dan mengkomunikasikan. Maka dari itu, pembukuan sudah pasti akuntansi tetapi akuntansi bukan sekedar pembukuan saja.
Bicara tentang pembukuan dan akuntansi tidak jauh lepas dari perusahaan atau bisnis, mau bisnis besar atau bisnis kecil. Pada perusahaan besar kegiatan akuntansi pasti digunakan untuk melihat semua kegiatan transaksi perusahaan tersebut, untuk mengukur investasi, dan untuk pengambilan keputusan dalam masa yang akan datang selanjutnya demi kelanjutan perusahaan tersebut. Bila pada perusahaan kecil atau bisnis kecil atau sering kita sebut Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang sedang berkembang pesat di Indonesia ini, jarang yang menggunakan akuntansi dalam kegiatan usahanya. Para pelaku UKM kebanyakan menggunakan pembukuan saja yakni dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran usahanya. Padahal, jika penggunaan akuntansi ini diterapkan dengan tepat, UKM akan dengan mudah menilai apakah usahanya itu mendapatkan laba atau rugi, melihat perubahan modal, melihat arus kas sehingga dapat menjadi pertimbangan untuk kedepannya agar UKM tersebut dapat berkembang. Jika UKM dikelola dengan baik, maka UKM akan banyak membantu Indonesia dalam perekonomian, khususnya dalam kesejahteraan masyarakat di desa karena kebanyak UKM didirikan di rumah-rumah penduduk dan mempekerjakan warga disekitarnya. Sehingga, harapan Indonesia memiliki perekonomian yang merata pun akan dapat terwujudkan.
Tapi sayangnya, hampir buku edukasi tentang akuntansi lebih ditujukan untuk perusahaan-perusahaan besar saja. Maka dari itu, melalui buku Akuntansi Usaha Kecil Untuk Berkembang yang ditulis dengan Golrida Karyawati, M.Si., Ak., ini membahas tentang materi akuntansi secara dasar dan mudah dimengerti bagi kalangan umum. Sehingga buku ini dapat digunakan sebagai acuan para pelaku UKM untuk menerapkan akuntansi secara keseluruhan pada usahanya.
Dibuku ini dijelaskan mulai dari cara menghitung laba dengan mengurangi pendapatan dan beban, menjelaskan pengertian akun, cara menentukan harga pokok penjuaan, dan lain-lain. Pada dasarnya, materi akuntansi dasar untuk para pelaku UKM ini sama dengan akuntansi di perusahaan besar, hanya saja menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
Tetapi, dalam buku ini tidak dijelaskan begitu dalam tentang UKM nya sehingga sedikit rancu antara judul dengan isi buku, walaupun sudah dijelaskan tetapi hanya sedikit. Tidak terdapat contoh perbandingan antara UKM yang sudah menerapkan akuntansi dan yang belum menerapkan akuntansi. Setidaknya, buku ini menarik perhatian bagi para pelaku UKM yang ingin mempelajari akuntansi secara dasar.
Sumber buku:
Karyawati, Golrida. 2008. Akuntansi Usaha Kecil Untuk Berkembang. Jakarta: Murai Kencana.
Sumber gambar:
Mahesa, Ocky Anugrah. 2017. Sri Mulyani: Industri Kecil Menengah Harus Masuk Pasar Global. Dikutip dari bisnis.klikpositif.com. Pada 15 September 2016. Pukul 09:57 WIB.

Komentar
Posting Komentar